Showing posts with label personalthought. Show all posts
Showing posts with label personalthought. Show all posts

Mas Gagah, Jonru & PKS



Mas Gagah sangat dekat dengan adiknya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama, pergi nonton konser, jalan2 ke mol, sampai tiap pulang sekolah adiknya selalu di jemput Mas Gagah. Pokoknya di mata adiknya, Mas Gagah itu keren banget deh! udah ganteng, gaul, pinter, jago karate, dst.. Suatu hari Mas Gagah kakaknya itu harus pergi ke luar kota selama beberapa bulan utk tugas kuliahnya, sekalian KKN (kuliah kerja nyata). Nah, sejak kembalinya Mas Gagah dari luar kota itu, tiba2 kepribadiannya berubah drastis.. bukan hanya kepribadian, tapi penampilannya juga. Jadi apa? Jadi agamis bangeet.. klo keluarga2 kebanyakan mungkin senang ya ada anggota keluarganya berubah jadi lebih baik, jadi lebih paham agama.. lah ini malah jadi konflik di keluarganya. Ibu dan adiknya jadi merasa aneh bahkan sinis dengan perubahan Mas Gagah itu. Mereka menduga yang enggak2, sampai adiknya merasa kakaknya itu masuk aliran sesat. Padahal sejak perubahan pada diri Mas Gagah, Mas Gagah jadi lebih aktif dalam kegiatan sosial, bicaranya lebih santun, lebih peduli dengan orang miskin, dan perubahan positif lainnya. Tapi adiknya selalu marah2 dan risih klo kakaknya bicara agama dan memberitahu adiknya ttg hal tersebut.

Ya, itu cuma sekelumit cerita dari film “Ketika Mas Gagah pergi” karya Helvi Tiana Rosa. Meskipun cuma fiksi, tapi penggambaran keluarga yang “alergi” terhadap agama itu nyata adanya. Agama itu klo bisa ga usah dibicarakan, bahkan dalam keluarga sendiri. Menjadi alim itu suatu hal yang aneh, mending jadi orang biasa2 aja, klo bisa agama itu cuma identitas utk di KTP aja dan disimpen dalam hati aja, udah. Karena kita semua ini belum tentu bener, jadi ga punya hak utk ceramah agama ke orang lain, anggapannya semua yang ceramah2 itu munafik, ngomong yg baik2 ke orang padahal diri sendiri juga banyak dosa. Begitu pemikiran orang2 yang alergi terhadap agama.
Membicarakan alergi terhadap agama, saya jadi inget pilpres tahun 2014 yang lalu. Sebenarnya saya juga heran, kok pilpres tahun 2014 itu sangat panas dan ramai sekali perseteruannya antar 2 kubu itu ya.. 
Nah mari kita coba review kembali..  Sebut saja yang nomor satu itu kubu Putih dan yang nomor dua itu kubu merah. Ndilalahnya, kubu putih itu di dukung salah satu partai agamis yang cukup besar di Indonesia dan kubu merah di dukung partai sekuler (yg mengaku nasionalis) yang juga besar di indonesia. Jadi terkesan ini perseteruan dua ideologi dalam memprebutkan kursi pimpinan di Republik Indonesia, padahal partai utama yang mendukung kubu putih itu bukan dari partai agamis tersebut.
Bicara Republik Indonesia, bisa di bilang kita Negara damai dengan penduduk mayoritas Muslim yang bisa hidup berdampingan dan toleran dengan penduduk agama minoritas, sama sekali tidak ada masalah dengan perbedaan agama dan suku di sini. Ya, meskipun ada beberapa daerah yang terjadi konflik karena di picu dari sentiment perbedaan agama dan suku, tp tidak signifikan sampai bisa menjadikan bangsa kita terpecah belah (jangan sampai lah..). Lalu klo mau dibilang sekuler? hmm.. klo sy liat sih dulu sama sekarang sepertinya penduduk Indonesia saat ini lebih banyak kemajuan dalam mendekatkan diri pada agama, dilihat dari banyaknya perempuan dewasa yang memakai jilbab, lalu penuhnya mushola2 di mol2 setiap masuk adzan sholat (terutama adzan magrib), banyaknya sekolah2 islam terpadu, pembangunan mesjid, dsb. Mungkin ada bagusnya juga dengan kemajuan teknologi saat ini, sehingga utk belajar agama juga lebih mudah dan cepat.
Tapi sayangnya, kemajuan dalam mendekatkan diri pada agama juga berbanding lurus dalam mencari hal2 yang anti agama dengan menggunakan teknologi maju saat ini. Misalnya seperti pornography, artikel2 ttg paham sekuler, atheis, komunis, dll. 
Jadi memang di Indonesia ini, kita mau tidak mau harus menerima bahwa memang ada 2 kubu ideologi disini, yaitu agamis (lebih ke islamis) dan sekuler.
Kembali ke perseteruan pilpres 2014 tadi, selama masa kampanye, telah terjadi perang di sosial media. Masing2 punya pendapat dan pemikiran sendiri, sehingga mau kita bicara apapun, mereka udah punya preferensi masing2. Banyak orang yang tadinya tidak peduli politik tiba2 jd merasa paling pintar politik (termasuk saya mungkin). Pada awalnya klo saya pribadi, mungkin cuma karena merasa sosok calon pemimpin dari kubu merah itu tidak cocok jadi pemimpin bangsa yang besar ini, dan saya udah ga percaya media yang memoles ‘orang itu’, jadi orang yg merakyat, sederhana, tidak sombong, ndeso, mau turun langsung ketemu rakyatnya dan bla bla lainnya, sampai2 dia di foto sedang naik bajaj, nyapu jalan, nyemplung got, dll.. ah sy mah udah ga percaya tuh dengan kampanye model gituh.. jadi yang pada awalnya sy udah ga simpatik sm calon kubu merah (di tambah karena sy ga sukak bgt sm partai kubu merah ini), lama2 saya lihat memang orang2 yang mendukung kubu merah ini aneh2.. dari orang2 islam liberal, syiah sampai penggiat LGBT juga memihak si kubu merah. Memang ini menyangkut ideologi saya juga pada akhirnya (sila di tengok pada tulisan sy yang ini).
Ada satu orang yang paling apes di sini, tapi bisa di bilang ini titik balik utk dirinya juga sih.. tergantung dilihat dr sudut pandang mana hehe.. namanya Jonru. Dia sebenarnya bukan siapa2, hanya seorang penulis biasa yang kebetulan saat masa kampanye Pilpres 2014 itu rajin menulis sudut pandang dia ttg pemilu ini di social media, kadang berupa kritikan, opini, dan memang tulisannya cukup tendensius utk berusaha menyadarkan kita2 bgmn buruknya capres dari kubu merah. Yah seperti yang saya bilang tadi, ternyata pilpres kali ini memang banyak sekali yang antusias, jadi tulisan2 Jonru ini banyak sekali yang merasa sepaham, jadilah viral karena di share banyak orang. Cuma ya itu, selain banyak yang suka, banyak juga yang membenci dia. Sebenarnya tulisan2 yg menjatuhkan capres kubu merah bukan hanya Jonru seorang,  tapi karena Jonru ini mengaku terang2an sebagai kader PKS jadilah ia bulan2an para pendukung capres kubu merah. PKS itu ya yg td saya bilang Partai agamis yang mendukung capres dari kubu putih. Bukannya apa2, mereka orang2 yg dr kubu merah ini ga suka sm partai ini bukan hanya karena dari kubu yang berseberangan dgn mereka, tapi dari awal PKS ini memang sudah banyak yang sentimen dan benci ga jelas, mungkin alasannya karena PKS itu Partai islam ya? Partai dakwah? Yep mungkin. Karena omongan mereka yang membenci PKS itu hampir sama, yaitu: “jangan bawa2 agama untuk politik”, “jangan jualan agama”, dsb. Daan.. klo kita tarik kesimpulannya knp mereka kok bisa begitu membenci Partai islam? Silahkan baca lagi tulisan ini dari awal hehe.. (anti klimaks bgt haha). Maaf becanda, maklum nulis ini sambil kerja dengan selingan2 telpon yang ternyata ga penting (cuma nawarin kartu kredit atau KTA hhh.. ).
Ok lanjut, klo saya cermati sih mereka sentimen bukan sama PKS-nya, tapi ya sama islamnya. Soalnya klo Partai bawa agama, Partai Kristen juga ada kok, tapi sama sekali ga di gubris sama orang2 yang teriak2 bilang jangan bawa agama ke politik. Jadi memang ada sekumpulan (atau mungkin lebih besar dari cuma sekumpulan) yang tidak ingin Islam itu maju disini, di Indonesia. Mereka ingin agama ya cukup di KTP aja (bahkan klo bisa di hapus aja dari kolom KTP), jangan sampai islam berkuasa dan di jadikan dasar hukum Negara. Ya kira2 itulah ketakutan mereka, mereka takut klo partai islam menang trus syariat islam bakal di terapkan di Negara ini. 
Ini bukti mereka tdk mau 'islam' jd ideologi

Makanya ga heran, ada aja artikel2 dari “mereka” yang menjelek2an Arab Saudi, karena notabene-nya Arab Saudi itu salah satu contoh Negara yang menerapkan hukum dengan syariat islam. Selain itu, mereka memberi contoh klo banyak negara2 islam yang sedang berlangsung perang sampai saat ini, hanya untuk menggambarkan klo Negara dengan syariat islam ya jadinya kacau. Sayangnya “mereka” yang ingin menjatuhkan islam justru di dukung sama orang2 (yang mengaku) muslim sendiri. Dengan merasa jadi islam yang moderat, islam yang maju ga konservatif, islam yang sesuai dengan kemajuan jaman, dsb-nya. Jargon2 kya gitu emang sekilas keliatan keren ya, apalagi tulisan2 dari mereka itu terkesan kya smart banget gituh.. (hhh.. klo menurut sy sih, isinya kosong semua). Dan misi mereka bisa dibilang cukup berhasil, menyesatkan muslim2 lain yang mungkin sedang belajar agama, atau mungkin sedang mempertanyakan jati dirinya (labil), jadilah kena sasaran mereka.
Lucu juga sih, padahal untuk mengatakan "mereka" itu ngaco ga harus pintar agama banget, tapi yah ada aja yang ikut2an sepaham dengan mereka. Bayangin aja, “mereka” yang sedang membusuki agama islam itu, sangat membela semua2 yang dilarang islam, seperti minum alcohol, menikah beda agama, hubungan LGBT, memilih pemimpin kafir, aliran2 sesat, dan hal2 munkar lainnya.. Bahkan mereka tega memfitnah klo islam itu agama yang tidak toleran, dan menjelekan ulama2nya suka poligami, dsb. pokoknya bagaimana caranya mereka membuat issue2 yang bisa memecah belah umat dan muslim itu minder dengan agamanya sendiri.
Dan ya, itu sedang terjadi saat ini. Sebenarnya saya sendiri  bukan orang yang agamis banget, tapi saya ga alergi dengan syariat islam, bahkan saya sangat mendukung itu. Dan saya sedih klo liat kita sesama muslim saling ribut, apalagi klo liat muslim yang jelek2in agama sendiri dan saudaranya. Ibarat sebuah keluarga, muslim itu seharusnya saling menyayangi, saling membela, dan bersatu melawan semua yang dilarang Allah SWT. Soalnya kita nyari apa sih di dunia? Pada akhirnya kembali ke akhirat juga.
Jadi klo memang ada sarana dan prasarana (misalnya hidup di Negara dengan syariat islam), kan kita jadi lebih mudah utk mendekatkan diri pada Allah SWT dan terbiasa dengan aturan2 islam itu. Yah memang di islam itu banyak aturan, tapi trus kenapa? So far aturan2 dalam islam, ga ada yang terlalu memberatkan saya deh. Biasa aja. Entahlah klo untuk orang yang terbiasa mengerjakan maksiat, mungkin bakal berat (bukan berarti sy bebas dari dosa ya, setiap manusia kan pasti punya dosa).
Nah klo merasa ga keberatan dengan syariat islam, ngapain benci dan sebel sm Partai Islam? Kenapa takut?
Dan untuk yang non muslim ga perlu takut tinggal di Negara dengan syariat islam, karena pesan dari Al Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW sudah sangat jelas utk masalah toleransi ini. Klo ga toleran mah, RI yang mayoritas muslim, pasti udah melakukan penghapusan etnis minoritas seperti yang sedang terjadi di Republik Afrika tengah, Burma, dsb.
Yah well, ga sejauh itu juga sih klo mau ngomongin Indonesia (untuk menjadi Negara islam), menurut saya Negara RI ini sudah cukup baik dalam menjalani toleransi beragama ataupun beda suku. Seperti yang saya bilang sebelumnya, kita ga pernah ada masalah dengan perbedaan. Karena itu, waspada aja dengan orang yang diam2 suka memanas2i apalagi secara eksplisit menjelek2an agama, itu namanya ya provokator. Jangan terpancing ok, saudaraku!
Ya sudah, kyanya udah kebanyakan nih ngalor ngidul nulis ini hehe.. udah dulu yaa..
Semoga ga ada pihak2 yang tersinggung dengan tulisan ini, klo tersinggung mohon di maafkan ya.. ^_^
Tulisan lain yg berhubungan dengan ini bisa di baca di sini dan di sini.



Islam harus Kaffah

Dari kemarin2 sebenarnya udah banyak banget hal yang pingin di tulis biar ga kepikiran terus.. setidaknya klo hal ini di tuliskan udah sm aja kya curhat (curhat sendiri), biar plong dan bisa sekalian berbagi pikiran..

Dari tulisan sebelum2nya udah bnyk aku tuliskan tentang bahayanya JIL dan orang2 dengan paham pemikiran yang liberal dan sekuler (meskipun ga merasa bagian dari orang JIL).
Ada salah seorang temanku mengeluhkan kenapa indonesia yang orang muslimnya mayoritas justru ga islami di banding dgn negara2 barat yg justru muslimnya minoritas, misalnya  masalah kebersihan, kejujuran, sikapnya, perilakunya, dll.
Hhh.. yah sebenarnya bukan hanya temanku yang mengeluhkan itu, aku yakin pasti banyak orang muslim yg-ingin-islamnya-kaffah juga mengeluhkan hal yang sama, termasuk aku mungkin.
Kadang aku suka sedih campur bingung melihat orang2 di sekitarku, teman sendiri, sodara sendiri, yang mengaku muslim tp suka mencampur2kan apa yang boleh dan apa yg tidak boleh. Istilahnya 'balance' dunia akhirat. Aku ingin kasih beberapa contoh muslim2 yang campur aduk kya gitu, memang ga semua muslim di indonesia ini kya begini, aku optimis pasti masih banyak muslim yg bener..  tp kadang sayang aja, mereka yang bener itu malah ga berani utk bersuara krn takut dianggap sok alim, sok suci, sok mengurusi orang lain.. aku sendiri jg males sbnrnya ngurusin orang lain, tp aku jg ga suka klo agamaku jadi jelek gara2 orang2 yang aku contohkan dibawah, karena Islam itu sbnrnya ga bisa di campur2 antara yang haq dan yg batil.. seperti ini:

1. ada temanku sebut aja namanya Riri. Si Riri ini punya suami seorang fotografer, kebetulan riri juga hobinya di foto, klop lah mereka hehe.. nah riri yang orang padang, orang tuanya cukup straight soal agama, setiap saat orang tua-nya selalu mengingatkan riri untuk sholat lima waktu dan mengaji setiap hari, malah waktu hamil riri disuruh khatamin Al-Qur'an dari awal kehamilan smp pas mau lahiran, biar anaknya pinter dan bs jadi anak soleh/solehah. Alhamdulillah aku liat status facebooknya dia berhasil khatamin Qur'an sebelum waktu lahiran.. aku smp iri melihatnya hehe.. kapan ya aku bisa khatamin Qur'an gitu disaat sekarang yang susah bgt cari waktu hhh.. (emang dasar males). Tp suatu hari aku di cengangkan sm sesuatu.. apa itu? Ya ampun.. temanku si riri itu meng-upload gambar2 kehamilannya yang sudah masuk bulan ke-9, telanjang bulat.. iyaaa.. nude gituuu.. Astagfirullah.. ya memang sih, bagian dadanya dia tutup pake tangannya, dan bagian bawahnya di gelapin sm bayangan pahanya.. tapi? *istigfar lagi*... oke lah yang moto itu suaminya sendiri.. tapi?? itu facebook loh, semua teman2nya bisa lihat.. dan anehnya lagi orang tuanya yg cukup aktif menggunakan social media yang jg ada di friend listnya, diem aja, dan ga ada komentar apa2.. kirain gitu ga berapa lama ortunya sadar dan negur anaknya klo ngapain foto2 kya gitu di pajang.. eh engga tuh.. di tambah2 teman2nya yg kasih komen malah muji2 klo fotonya itu keren.. ck ck.. aku cm bisa geleng2 kepala.. kira2 ini gmn ya.. sebelum2nya dia sangat getol banget utk khatamin Al-Qur'an.. tp disisi lain begitu.. sehari2 jg ga pake jilbab dan senangnya pake celana jins pendek banget.. dengan gaya tomboynya.. duuuh jadi ngomongin orang deh.. tp ya abis gmn, aku lagi bingung, klo kya gitu gmn yaaa??
Oke next case..

2. ada juga teman yang lain, sekarang ini dia lg nunggu jodoh dan rajin sekali berdoa, dia suka mengutip surat An-nur ayat 26:
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
Wuih jadi terenyuh melihat doanya.. dan siapapun juga mau dong dapat jodoh yang baik.. temanku itu (sebut aja namanya ratna) juga yakin suatu hari pasti dapat jodoh baik karena dia merasa orang yg baik.. jieh.. iya deh baik hehehe.. gmn ga baik, segala kegiatan2 positif dia pasti ikutan, dari acara WWF, earth hour, gerakan menanam pohon, dan banyak lagi kegiatan2 yang bertema sosial ataupun go green2 yang dia ikutin.. keren banget yaaa.. sedangkan aku boro2 ikutan begituan, mana sempeeet.. (lagi2 alasannya ini.. cih..*roll eyes). Tapi sayangnya.. si ratna ini kan juga seneng travelling dan suka mengupload foto2 dia yang abis traveling ke pantai A, B, C.. pokoknya udah bnyk bgt tempat yg dia datengin.. nah, yang aku bingung, kok dia berani ya pake bikini dan dipajang aja gitu di facebook.. waduuuh.. udah gitu foto2nya pake peluk2an sm teman cowonya... ya ampun... baju renang aja kyanya udah seksi ya, lah ini bikini loh.. two piece.. sama aja kya pake BH sm celana dalem.. ya ampun.. belum lagi foto2nya yg lagi ikut acara natal sm tmn2nya yg non muslim, trus cerita2 travelingnya yg kadang2 suka nyobain minuman ini itu.. eh tp jangan salah loh, utk sholat temanku ini termasuk rajin, dulu waktu aku masih suka menginap di rumahnya, dia suka ingetin sholat isya dulu sebelum tidur.. klo subuh jg tetep sholat meskipun bangunnya agak kesiangan hehe.. pas jalan2 kmn, pasti disempet2in mampir di mesjid utk sholat...
nah makanya ini lagi yg aku bingungin.. kok bisa yaaa.. temanku yg rajin sholat itu tp klo urusan buka aurat ya no problem.. as long kita jd orang baik.. dan urusan kita sm yg di atas juga ga ketinggalan.. waduh.. apa bener pemikiran kya gini nih? tolong ustad pencerahannya.. *loh ini lg nulis di kolom tanya-jawab ustad?

3. Klo kasus yg ini agak beda nih, sebut aja namanya Rini, klo Rini mah dilihat dari tampilan luar udah nyaris sempurna, pake jilbab, rajin sholat, rajin ngaji, udah menikah, punya anak, dan jadi ibu rumah tangga yang baik mengurus anak2nya di rumah. ya aku melihatnya sangat bersahaja sekali.. pada awalnya.
karena lama2 aku tau juga sifat aslinya gimana, dari cerita seseorang, si rini ini orang sangat pelit sekali, egoisnya minta ampun, sama mertua juga sombong dan ketus.. yang ada di pikirannya cuma harta dan harta aja.. duh pokoknya sangat tidak islami sekali klo di ceritain.. malah bikin ga simpatik dan ga respek sm sekali.. mungkin orang2 yang begini yang bikin islam jelek.. di depan sok2 suci dan baik, padahal kelakuan di balik itu hhh.. astagfirullah..

Oke, 3 kasus di atas cm salah satu contoh bagaimana kelakuan orang2 yang mengaku beragama islam.. tapi? ya gitu deh.. belum lagi klo lihat orang2 kalangan atas yg jg agamanya islam, tp congkaknya bukan main, di tambah pelit ga mau sedekah sama sekali, klo melihat orang yang lebih rendah darinya rasanya jijik sekali.. ih kok ada ya orang yg sombong begini ck ck... sedangkan kalangan bawahnya? sm2 di KTP agamanya islam tp seharian boro2 mau sholat, yg ada sibuk cari duit.. yg miris, aku pernah naik angkot lalu ada ada anak kecil, ya ampun masih kecil banget kyanya kira2 umur 5-6 tahun.. dgn muka lusuh dan baju kumel dia mengamen.. dan nyanyi sekedarnya, smp perempatan lampu merah dia turun dan disitu ada teman2nya yg juga masih kecil2, lalu apa yang aku lihat? mereka merokok, dan ga jauh dr lampu merah itu ada tempat nongkrongnya para pengamen2, disitu mereka lg ngapain? lagi mabok lem.. astagfirullah.. bayangin aja, dari anak sekecil itu udah mengenal dunia yg kya gitu.. bagaimana besarnya.. lalu suatu hari mereka jg akan jd orang tua, lalu anaknya akan seperti itu lagi, dan begitu seterusnya kebawah.. belum lagi masalah yang pacar2an, pergi clubbing, mabok2an, dll kyanya makin kesini dah makin biasa aja dgn hal2 seperti itu.

Kira2 dari gambaran para muslim di negeri ini yang aku tulis di atas itu bagaimana? apakah hal seperti itu sudah bisa di bilang sebagai muslim yang baik? dan siapa yg bisa disalahkan? para orang tuanya kah? pemerintahnya? duh ga tau.. yg jelas ya jangan heran klo indonesia ini masih jadi negara yang amburadul.. gimana engga, org yang ngaku2 islam aja jg banyak yang anti dgn syariat islam.. malah lebih alergi drpd yg non muslim.. aneh ya? makanya dari awal hal2 kya gini yang kadang suka jadi pikiran dan pertanyaan utk diriku sendiri. masalahnya aku sendiri jg masih bnyk belajar dan sedang mendalami ajaran2 agama islam yang kaffah.. padahal ya, semakin aku mengenal islam, semakin aku jatuh cinta.. para muslim yg aku ceritakan diatas, jelas bukan ciri2 muslim yg sebenar2nya.. sedangkan klo baca2 kisah2 Nabi Muhammad SAW, kisah2 para sahabat, kisah2 Nabi terdahulu, dan lain2nya banyak bikin aku terinspirasi utk lebih mencari tau faedah agama islam. Meskipun memang yang namanya iman itu tetap naik turun.. klo udah turun, ada aja godaan setan yg bikin males ini dan males itu.. tp setidaknya aku berusaha utk meningkatkan akhlak-ku, dan menghindari apa2 yang tidak dibolehkan dalam agama islam.. jadi walaupun aku ga alim2 banget, aku tetap ingin di jalur yg lurus.. biar aja dibilang ga gaul krn ga ikut acara ini-itu, ga pake baju2 atau sepatu2 yg lagi trendy, ga ngikutin model rambut terbaru lalu di pajang biar keliatan keren, dsb.. ah no problem.. kyanya hal2 kya gitu jd ga penting lagi sekarang.

Oke, jadi kesimpulannya adalah.. negara dengan warga muslim mayoritas ya memang ga menjamin akan kehidupan yang islami.. yah wong bukan ajaran islam yg kaffah yang mereka praktekan.. jd istilah islam KTP itu ya benar, islam karena keturunan.. mereka islam bukan krn mengenalnya.. justru para mualaf2 yang baru belajar islam justru lebih mengenal islam, krn mereka memang ingin cari tau.. jd ga heran klo bnyk mualaf yg lebih alim daripada kita yang udah muslim dari lahir.. malah aku smp takjub sm para mualaf yang dengan waktu singkat udah bisa hafal Qur'an, bahkan smp fasih berbahasa arab.. ck ck.. Subhanallah.. di dalam Al-Qur'an pun jelas loh ada surat yang memperingatkan kita supaya kita ga setengah2 dalam beragama islam:

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu."
(Qs. al-Baqarah 2:208)

Wallahu a'lam bishawab..

Love will Prevail

And I’ll never..
Hide or run away
Love will prevail
By God it will
Love will prevail
I refuse to fail
Love will prevail

(Love will prevail-Maher Zein)

Ya Allah.. aku menangis mendengar lagu ini, lagu ini di tujukan untuk konflik Suriah yang banyak memakan korban sipil termasuk wanita dan anak2.. sedih rasanya.. kenapa bisa ada golongan yang mengaku islam tetapi begitu tega membunuh sesama muslim, bahkan mereka juga membunuh anak2 yang masih kecil2.. Astagfirullah.. Ya Allah, semoga mereka yang gugur atas nama Islam 'Jihad Fisabilillah' sudah bahagia di Surga-Mu Ya Allah.. dan semoga konflik2 di Timur Tengah segera berakhir dengan kemenangan umat Muslim yang lurus di jalan-Mu Ya Allah.. Amiin.. :'((

Berhubungan dengan itu, belakangan ini aku membaca tulisan sebuah blog dimana tulisannya cukup banyak mempengaruhiku untuk lebih mengenal islam dengan baik. Ini blognya http://dailynomous.wordpress.com/
Berawal dari Re-tweet Link blog ini dari seseorang yang aku follow di twitter, lalu membuatku penasaran dengan siapa penulis blog itu, karena tulisan2nya sangat berbobot dan aku yakin klo sang penulis adalah orang yang berilmu dan saleh, dilihat dari kemampuannya berbahasa jepang dan bisa juga berbahasa arab. 
Tetapi sayang ia malah menutupi jati dirinya dan menganggap tidak penting siapa dirinya.. yang penting bagaimana sebuah tulisan bisa menasehati dirinya sendiri dan bermanfaat utk orang lain. Ini quote dari catatan pinggir blognya "Berani tidak dikenal, mati tidak dicari, berhasil tidak dipuji, dan gagal dicaci maki". Dari situ aku menyimpulkan klo dia bukan orang sombong yang mau memamerkan betapa pintar dan berilmunya dia.. dimana sangat jarang sekali orang seperti itu saat ini.. di twitter dia menyebut dirinya 'Zy'.
Pada tulisannya ada penjelasan bahwa Zy itu seorang mualaf, dan ada juga tulisannya yang secara tersurat kalo dia adalah salah seorang pendiri ITJ (Indonesia Tanpa JIL)..
Sepanjang aku membaca tulisan2nya aku menjadi kagum karena melihat dia mualaf yang sangat bersungguh2 pada agama islam, bahkan mungkin cintanya pada Allah SWT bisa melebihi orang2 yang sudah muslim dari lahir.. Wallahu alam..

Lalu hari ini aku tersentak membaca tulisannya, setelah lama aku tidak sempat browsing2 dan membaca2 blog, bahkan aku banyak ketinggalan timeline dari orang2 yang yang aku follow (termasuk dia).
Terakhir aku membaca tulisan ini http://dailynomous.wordpress.com/2013/12/23/adakah-yang-mencari-jalan-ke-sana/ pada tgl 23 Desember 2013, dimana dia menyatakan sedang bersiap utk perjalanan menuju Syam. Aku pikir itu hanyalah niatnya saja yang sangat ingin membantu saudara sesama muslim, dimana biasanya pada akhirnya cuma bisa bantu doa dari jauh atau mengirim bantuan dana melalui rekening2 donasi pertolongan ke daerah2 kaum muslim yang sedang konflik..
Tetapi hari ini aku tersentak, karena ia bercerita bahwa ia benar2 sedang dalam perjalanan menuju Suriah, aku kaget karena hal ini membuktikan bahwa ia bersungguh2 akan niatnya utk berjihad, Subhanallah.. luar biasa keimanan dan keyakinannya akan janji Allah SWT, bahwa siapa yang berperang di jalan-Nya akan mati syahid, dan ia sudah siap akan hal itu, menjadi seorang Mujahid.

Bukan apa2, tetapi menjadi seorang mujahid adalah sesuatu yang sangat membutuhkan keberanian yang luar biasa.. ia bisa saja memilih tidak peduli dan enak2 menjalani kehidupannya sehari2 di tempat yang damai, bekerja seperti biasa, mendapat uang dari ilmunya, dan menikmatinya tanpa ada rasa ketakutan sewaktu2 ada peluru menembus kepalanya.. Ya Allah.. luar biasa panggilanMu terhadap orang2 pilihan yang memang benar2 membutuhkan kesalehan akan kecintaan dan rindunya pada-Mu Ya Allah.. 
Aku berdoa semoga orang2 berani seperti dia insya Allah bisa selamat dari segala mara bahaya dan bisa terpenuhi niatnya untuk membantu kemenangan umat Muslim serta menolong para warga sipil terutama wanita dan anak2 yang sangat membutuhkan pertolongan disana.. Amiin..


“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah: 214)
Allahu Akbar!

Bahaya 'Islam Liberal' secara garis besar

Assalammu' alaikum.. selamat siang, sudah makan beluum? eh lg puasa sunah ya.. Alhamdulillah semoga puasanya di terima Allah SWT.. amiin.. (hehe.. berasa ibu2 pengajian :p ).

Pada kesempatan ini -di saat bos lagi di luar negri-, aku mau menyambung tulisanku yg ini, tentang Islam dan Liberal. Jieh mantap, bahasannya beraat.. hehe engga kok, ini cuma bahasan dr orang awam ajah, ga usah berat2 krn ini lebih ke curhat.. *dasar ibu2 galau, curhat muluu.. :p
Dari tulisanku yg sebelumnya itu, aku udah mengungkapkan betapa khawatirnya aku klo punya anak bakal jd anak 'Liberal' yang ga punya aturan, karena notabene liberal adalah bebas tanpa aturan, dengan dalih positifnya orang lebih open minded dgn pemikiran liberal begini.
Hhhh.. faktanya, semakin liberal orang ya semakin suka2 mereka, ga ada batasan, dan segala sesuatu ya hanya berdasarkan kepentingan diri sendiri aja.. oke lah mereka menganggap no problem liberal asal tetap menjaga norma2 dalam hidup bersosial.. well, prinsip kya gitu hanya untuk orang yang ga punya tujuan, atau punya tujuan tp hanya utk didunia. Lebih seperti lahir-hidup-mati. selesai. Padahal kehidupan setelah kita mati nanti masih sangat panjang sekali, dan pertanggung jawaban sewaktu kita hidup didunia juga akan di perhitungkan di akhirat nanti.. Wallahu'alam..

Aku pernah debat panjang dengan orang yg pernah dekat denganku, meskipun pd awalnya kami cocok, tp klo sudah masuk ke ranah agama, lgs deh kita debat kusir, ga selesai2 dan melebar kemana2. Lah wong wajar dong, agama itu kan salah satu pondasi dalam membina rumah tangga.. aku ingin tau sedalam apa dia mengenal agamanya, dan bukannya semakin simpati dgnnya, malah bikin semakin ilfil dgn pemikiran2nya.. padahal kita sama2 islam.. 
Contoh pemikiran2 dia yg bikin aku geleng2 kepala:
"Menurutku minum alkohol itu gpp asal hanya sekedar utk social drinker, drinker itu bukan berarti jd drunker ya..".
"Untuk seks sebelum nikah, aku tidak mau melakukannya krn aku tidak mau, bukan krn takut dosa.." 
"Aku paling takut sama cewe berjilbab, tolong kamu jangan pernah pake jilbab ya.. itu satu permintaanku.."
"kita itu kan normalnya makan 3 kali sehari, knp harus puasa sih.."
Dsb-nya..

Lalu semakin mengenalnya semakin aku ilfil, krn saat aku diundang ibunya utk buka puasa di rumahnya, saat itu aku minta dia utk jd imam dalam sholat magrib berjamaah.. and you know what?
Dia ga bisa jadi imam dgn mengeraskan bacaannya loh, saat itu hati kecilku bicara "ya ampun, sekedar surat pendek pun ga bisa?? jangan2 selama ini dia ga pernah sholat?? (dan lama2 aku tau klo dia memang tdk pernah sholat, sholat jum'at pun tidak pernah)"ck ck ck..
Eh belakangan, dia kasih link web islam liberal, dan menganggap itu adalah islam yang cocok dengannya.. makin jelas deh pemahaman dia spt apa.
Sebagai perempuan yang sedang dekat dgnnya aku berpikir keras.. kenapa utk hal yg lain2 aku bisa cocok dengannya tp utk paham dlm agama bisa jauh berbeda.. meskipun sm2 islam, jelas ini ga bisa dibiarkan.. krn dari kecil aku belajar baik dan buruk itu berdasarkan pondasi agama, tp krn waktu itu umurku masih 20 tahun dan masih tergolong labil.. aku masih aja bisa mempertimbangkan klo hal itu ga masalah dan berharap klo pemikirannya bisa diubah pelan2.. 
Dengan berjalan seiring waktu, ternyata masalah pemahaman agama yg selalu kita perdebatkan memang ga bisa di satukan, dengan menyimpulkan bahwa kalau dia tidak takut dosa, apalagi yg bisa membatasi dia utk berbuat hal2 yg tidak boleh dilakukan? Rasa tidak percaya pun muncul dan membuatku terus2an negatif thinking.. gimana engga, sm Allah SWT aja dia ga takut, apalagi sm aku yg cuma manusia, ga bisa apa2, ga bisa tau kegiatan dia 24 jam.. 
Alhamdulillah aku ga jadi dengannya, bisa2 tekanan batin setiap hari klo harus bersama2 dgn org yg beda pemahamannya, apalagi agama itu adalah suatu hal yg prinsipil. Walaupun aku masih biasa2 aja dlm beribadah, setidaknya hal yg pokok dalam rukun Islam dan rukun iman adalah suatu yang aku yakini.. dan halal-haram dalam islam yg aku pelajari ya benar2 aku terapkan. Bukan mentang2 saat kita sudah dewasa dibebaskan dalam menentukan sikap mau beribadah atau tidak, lalu membuat kita membenarkan yang salah, dan menyalahkan yang benar..
Sejak aku mengenal dia dan kebetulan dia memberikan link web islam liberal itu, aku jadi semakin tau tentang apa itu Islam Liberal dan apa bahaya2nya.. Ini menurutku mengapa Islam Liberal itu bahaya..
Dunia ini sangat kompleks, apalagi menyangkut orang per-orang.. setiap orang di dunia ini punya isi kepala sendiri2, sedangkan akal di berikan Allah SWT supaya kita bisa berpikir, berpikir mana yang baik dan buruk, benar dan salah.. tp krn kompleksnya manusia itu, kadang malah jd berpikir kmn2, membuat gagasan sendiri, membuat pendapat sendiri, dan parahnya mengaburkan mana yang baik dan mana yg buruk..
Kita mungkin bisa dengan mudah melihat perbedaan dgn orang melalui apa agama dan keyakinannya.. apakah dia beragama Kristen, Hindu, Budha, katolik, atheis, agnostik, kong hu chu, dll. Justru dengan mengetahui mereka yg berbeda, kita belajar dgn apa itu yg namanya toleransi. Hal ini sudah kuwujudkan saat aku kuliah di tarakanita, dan pernah satu kost dgn teman yg beda agama. Kita saling menghargai dan menghormati.. bahkan smp skrg kita masih 'keep in touch'. Tp meskipun begitu, aku tetap dgn keyakinanku utk tidak pernah mengucapkan selamat natal untuknya, krn itu sm saja membenarkan bahwa Nabis Isa AS adalah Tuhan. Akupun tidak masalah jika dia tdk mau mengucapkan hari raya untukku. Dan hal ini tidak membuat kita jd musuhan. That's it.
Nah, menyambung masalah apa bahayanya Islam Liberal itu.. Islam Liberal itu bisa dibilang -bahasa mudah-nya adalah islam yg munafik. Yap, Munafik. Mengaku2 islam tp ajarannya justru kebalikannya dari itu. Yg haram jd halal, yg halal malah anti bgt. Mereka menganggap semua agama itu benar dan mereka benci dgn  org yg islamnya kafah, dianggapnya itu islam konservatif bahkan dibilang fundamentalis. 
Orang2 munafik tuh begini:
Pertama, perbedaan antara hati dan lisan serta tidak ada keimanan seperti yang diucapkan.
Kedua, pragmatis dan hanya mencari keuntungan dirinya, tanpa menghitung masalah akhirat. Hanya mencari untung membuat seorang munafik memiliki sifat kikir dan pembohong.
orang munafik di Al-Qur'an:
"'Kami beriman kepada Allah dan hari akhir', padahal sesungguhnya mereka bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri, tanpa mereka sadari." (QS. 2/ Al-Baqoroh: 8-9)
 
""Orang-orang munafik pria dan wanita, satu dengan yang lain adalah (mina), mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang ma'ruf dan mereka menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula)." (QS. 9/ At-Taubah: 67).

"Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun." (QS. 2/Ali Imron: 120).

Dan hukuman Allah SWT untuk org munafik:
Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, ... Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka." (QS. an-Nisa: 138 dan 145)

Di indonesia ada JIL (Jaringan Islam Liberal), yang selalu berusaha mengaburkan nilai2 islam yang sebenarnya, misalnya:
Mereka mendukung LGBT & pelacuran, menghalalkan miras, mereka bilang Jilbab itu hanya utk di mesjid, lalu ada yg bilang klo lebih baik menyembah matahari atau pagan sj, mereka benci bgt sm poligami tp menghalalkan zina selama suka sm suka tdk apa2, trus apalagi ya, waduh banyak banget deh pikiran2 nyeleneh mereka yg bikin jijiiik banget.. 
Sedihnya banyak juga org yg sepaham dgn para JIL ini, dan kebanyakan anak2 muda yang masih mencari jati diri.. duuh jd khawatir bgmn nt Arya bergaul, takut dpt teman yang punya paham islam liberal begini.. Ya Allah lindungilah kami..
Alhamdulillah ada 'Indonesia Tanpa JIL' yang dengan berani mengungkapkan bahayanya JIL ini..  aku senang masih banyak orang yg 'ilmu' agamanya sehat, tdnya hopeless mau bagaimana ini jdnya negaraku klo di isi org2 kya JIL.. 




kenapa sih JIL ini pake ada embel2 islam segala, knp ga bikin agama 'Jaringan Liberal' aja, krn islam dan liberal kan ga bisa disatukan, islam itu udah jelas, agama yang diatur dlm Al-Qur'an dan As-Sunnah.. Mengaku beragama berarti ya ga boleh suka2 kita, semua harus tunduk pada aturan Allah SWT.
Masalah dosa dan pahala itu memang urusan Allah SWT, makanya Al-Qur'an di turunkan sbg petunjuk bagaimana caranya supaya kita tetap di jalan yang lurus. Klo mau ngikutin atau tidak ya terserah masing2 orang, asal jangan memutar balikan antara hak & batil dan menyebarkan paham ini kmn2 dong.. (hosh.. hosh.. emosi..).

Sebagai informasi aja, org2 JIL ini punya media Tempo Group (Gunawan Muhamad),
perkumpulan orang2 sastra di Teater Utan Kayu, dan dunia kesenian di Salihara.
Waspadailah informasi2/tulisan2 dari org JIL dan perkumpulannya ini.. krn mereka itu selalu tendensius apalagi terhadap 'Islam' itu sendiri.
Semoga kita dijauhi oleh orang2 begini dan di lindungi dari pemahaman2 fasiknya.. Amiin..

Memory is History..

"Memories are wonderful things, if you don't have to deal with the past.."
                                                                                   -Celine, Before Sunset (2004)-

Yes, setuju bgt dgn quote ituh.. kenangan (indah) adalah hal yg menyenangkan dan termasuk bagian dari hidup kita, asal jgn bikin ganggu kehidupan kita yg skrg aja gara2 terus2an mengingat masa lalu.. istilah jaman skrg adalah "susah move on" hehe..
Well somehow emang ada hal2 dari masa lalu yg ga bisa kita lupain gitu aja, apalagi klo ada sesuatu yg belum beres.. kadang malah smp kebawa mimpi terus dan ga bisa kita cuekin..
Ada 2 hal masalah di masa lalu yg sebenarnya masih terus bercokol di pikiranku.. 
Masalah2 ini ada hubungannya dengan maaf-memaafkan.. Nah seharusnya kita sebagai umat islam kan ada yang namanya Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan, hari dimana kita saling memaafkan dan setelah itu kita semua bisa kembali fitri..
Sayangnya hari raya yg Fitri ini belakangan kyanya cuma jd sekedar budaya aja ya, bukan lg sbg hari penting yg bisa membuat org2 yg tdnya musuhan, marahan bisa kembali berbaikan dan melupakan kesalahan2 yg telah lalu.. kenapa ya?
Klo aku sih dlm hal ini adalah org yg 'easy to please', ga susah utk memaafkan, asal org itu minta maaf dan mengakui kesalahannya, udah lgs 'Done'.  ga pernah berlarut2 marah sm org trus smp benci dendam kesumat, it's a big no..
Yah selama org itu benar2 bersungguh2 mengakui kesalahannya, tulus minta maafnya, menyesali perbuatannya, dan berusaha tidak mengulangi lagi kesalahannya.. ya udah.. ga perlu sampai lebay nyembah2 minta maaf gt sih, emang siapa gw hrs kya gt amat hehe..  cuma mungkin kadang kita gengsi aja klo mengakui udah memaafkan, dan sok2 ngambek dulu utk menghukum org yg berbuat salah itu, pdhl dlm hatinya udah memaafkan kok.. ada kan yg begini? ngaku deeh hehe.. (iya aku ngakuuu). 
Malah sbnrnya klo aku lebih gampang lagi, asal abis marahan dan org itu selalu berusaha negur aku duluan (meskipun ga minta maaf), lama2 aku pasti luluh juga dan lupain apa yg pernah di ributin.. ga perlu terlalu formal utk maaf2an.. krn pada dasarnya aku org yg ga mau ribut dan cari musuh.. (jieeh..Peace, love and gaul hehehe).
Anyway, aku sendiri-pun manusia yg tidak luput dari kesalahan.. ada satu kesalahan fatalku terhadap seorang sahabat masa kecilku.. yaitu.. mengkhianati kepercayaannya. 
Di beri kepercayaan dari seseorang itu mahal harganya, salah sekali aja, ya udah ga bisa di percaya lagi, selamanya. Yes, itu hukuman yg setimpal dan sudah hukum alam. I know..
Aku sangat sadar akan hal itu, dan mengakui kesalahanku.. andai waktu bisa di putar lagi, pasti aku tidak mau melakukannya.. tp sbnrnya aku tdk terlalu ingin mengulang waktu juga sih, krn itu pasti merubah sejarah hidupku semua.. (klo berubah, mungkin ga ada Arya doong.. huhu ga mauu..).
Yang aku mau cuma di maafkan oleh sahabatku itu, dan dia tidak memutuskan tali silaturahim denganku (duh, air mata mulai keluar..). Mungkin setelah dimaafkan, no problem klo dia jd ga mau terlalu cerita2 lagi akan rahasia2nya, kehidupannya.. krn memang bukan itu yg aku mau.. Cukup di maafkan dengan tulus aja..
Toh, Allah SWT Sang Pemilik Langit dan Bumi aja masih bisa memaafkan umatnya dengan cara tobat Nasuha. Kenapa kita yg manusia smp sombong ga mau memaafkan orang lain yg sudah minta maaf dengan sungguh2? hmmmm.. atau jangan2 aku kurang bersungguh2 ya? Mungkin juga sih, karena aku tipe orang yg cepet move on, jd suka ignore klo tidak di perdulikan.. ya, aku bukan tipe orang yg mengemis2 dan maksa klo ada org yg tidak mau lagi berhubungan dengan kita.. Hal ini sempat aku tanyakan ke guru ngaji, bagamaina hukumnya jika kita sudah minta maaf tp org itu belum memaafkan, apakah kita masih dosa? Kata guru ngaji, Insya Allah dosa kita sudah dimaafkan selama kita selalu mohon ampun sm Allah SWT, justru Allah SWT ga suka org yg zalim dan berlebihan, ada di Al-Qur'an Surat Asy-Syuura (42) ayat 40:
"...maka barangsiapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.". Wallahu'alam .. 
Semoga benar Allah SWT sudah memaafkan dosa2 dan kesalahanku terhadap sahabat masa kecilku itu ataupun ke org2 yg pernah aku sakiti baik sengaja ataupun tidak.. amiin...
Meskipun aku sudah minta ampun ke Allah SWT atas segala kesalahanku di masa lalu, mungkin akan lebih tenang jika org yg bersangkutan kembali bertegur sapa denganku, dan kita kembali berteman seperti biasa aja.. ga usah terlalu dekat jg gpp.. klo memang mengaku2 sahabat seharusnya bisa dong menerima permintaan maaf dr seorang sahabatnya.. itu jg klo bnr2 mengerti apa arti sahabat..
hmm.. okey, that's my wish.. hope someday you will..
(kira2 aneh ga ya klo tiba2 aku sm mas feri n' arya dtg ke rumahnya pas lebaran nt, atau ga usah lebaran deh, suatu hari dtg aja gitu silaturahim.. mas feri sih oke2 aja, tinggal pelaksanaanya aja nih hehe)

Nah itu satu dari 2 masalah yg suka kebawa mimpi smp skrg dan masih kepikiran utk cepat2 di selesaikan, memang pilihan itu ada di tangan kita sendiri utk bgmn harus bersikap.. berusaha lagi utk minta maaf atau ya udah keep move on aja.. semoga aja dia suatu hari membaca tulisan ini dan tau bgmn perasaanku..

Kalo yang satu lagi apa tuuh.. hmmm apa yaa.. mau tau yaa? kasih tau ga yaa.. hehe..
Sebenarnya bukan apa2 sih, cuma satu hal ini suka kepikiran aja tiba2.. 
kadang ya, bukannya menyalahi takdir loh, dan sbnrnya dosa klo berandai2, tp ini cm suatu pemikiran aja kok.. 
Kadang2 kepikiran aja klo memang waktu bisa di ulang (meskipun ga pingin jugaa siih), aku pingiiin bgt deh ga pernah pacaran.. dan juga aku pingin punya suami yg ga pernah punya pacar sebelumnya. Ternyata memang islam itu ngasih aturan bukan tanpa sebab ya.. semua ada alasannya dan pada akhirnya itu utk kebaikan umatnya juga.. coba bayangin deh, klo kita liat foto2 di facebook teman yg masih pacaran, mesra2an.. eh ga berapa lama putus.. trus misalnya seseorang yg jadi istri/suaminya suatu hari nt pernah melihat foto2 mesra di foto2 sblmnya itu bgmn perasaannya ya? meskipun ga penting utk di ributkan tp ya aneh aja.. kok bisa perasaan itu di umbar2 lalu berganti begitu aja.. perasaan di mana belum seharusnya di beri, krn pacaran itu kan belum menikah.. belum menjadi haknya. aku cuma heran aja, kok aku yg seorang idealis begini (jie ileh) bisa terjebak utk ikut2an pacar2an ya.. dulu sih alasannya krn ingin coba mengenal seseorang, ingin belajar mengenal berbagai macam karakter laki2 supaya ga lugu2 amat gitu sm cowo... pingin punya teman utk kmn2 bareng, pingin ada yg merhatiin, pingin ada teman ngobrol, curhat, dll, dsbnya.. ah tapi alasan2 begitu mah kyanya ga masuk akal.. emang namanya dulu anak muda mikirnya pendek ya, terlalu ngikutin kemauannya aja, ga mikir kedepannya gimana.. biasanya sih ada juga org yg beralasan saat pacaran ya pinginnya smp nikah gitu, ga kepikiran utk main2 dan ganti2 pasangan.. well helloow.. klo pacarannya pas SMP, beneran gitu mau smp nikah? Pernikahan dini? hhhhh.. ada2 aja ya anak muda.. (menyesali diri sendiri). 
Makanya nih hal ini yg selalu jd penyesalan, dan bikin aku jd mikirin.. how come.. tp ya sudahlah, ga baik menyalahi takdir yg udah lewat.. lebih baik kita terapkan aja sm generasi selanjutnya utk jgn mau pacar2an.. ga penting bangeet.. nt aku mau kasih tau ke Arya klo ga usah pacar2an dulu pokoknya.. smp Arya benar2 yakin dan siap utk menikah, mendingan langsung PDKT ke ortunya aja hehe.. 

Berhubungan dengan maaf-memaafkan.. mungkin dari mantan2ku (jieh mantan2, banyak ya mantannya khkehkehe), pasti ada yg pernah sakit hati dgnku ataupun jg aku yg pernah sakit hati dgn seseorang..tp jg ada beberapa yg udah biasa2 aja, dan inilah yg aku mau.. "biasa2 aja", ga usah jd marahan atau ga kenal lagi dong.. klo ada yg masih sakit hati, aku mohon di maafkan dan lupain ajalah.. ya emang sih ada situasi yg  lebih baik ya ga usah kenal lagi drpd klo ngobrol malah ngomongin masa lalu dan malah jd mudharat..
Aku jd ingat klo dulu pernah bahas ini sm temanku, sebenarnya kita kenapa sih sedih klo putus sm pacar? kira2 krn ingat kenangan2 indahnya atau krn kehilangan orgnya? klo aku sih terus terang sedih krn yg pertama.. kenangan2nya.. krn klo sm orgnya ya udah jelas putus pasti krn ga cocok, ga sepaham, ga sejalan dan lebih baik emang putus aja.. jd klo ada pasangan yg udah putus trus suka balik lagi,  meskipun ga cocok tp krn susah utk melupakan kenangan2 indahnya.. dan kebayang2 terus.. jd pas ketemu lagi, ya udah CLBK deh hehe..  mungkin begitu kali ya.. eh ini masih nyambung ga sih dgn topik awal?

Ah ya udahlah, aku aja nih mikirin yg ga penting gini.. 
Alhamdulillah ada Arya yang membuatku selalu skip masalah2 kya gitu, krn masa depan Arya adalah fokus utamaku.. aku ingin memberikan yg terbaik utk Arya.. aku mau segala kesalahan2ku itu jadi pelajaran utk Arya supaya ga di lakukan arya nt kedepannya.. memang ada ungkapan yang bilang "kesalahan adalah pelajaran yang berharga", tp klo orang tuanya yg ngelakuin kesalahan bisa dong jd pelajaran utk anaknya.. ya ga? iya deeh.. hehe..

Okeey, that's my little though lately.. wish I can get through of this..  I hope so.. :)



Tambahan:

Dua cara berdamai dengan masa lalu:
1. Syukuri bahwa kesalahan itu terjadi dulu.

2. Syukuri pelajarannya untuk hari ini.

Penyesalan tidak mengubah masa lalu, tapi bisa membantumu memperbaiki masa depan.

Engkau pribadi yang lebih baik hari ini karena kesalahan masa lalumu.

Damailah.

Dan teruskan kehidupanmu dengan sebaik-baiknya.
 

-Mario Teguh-

Arya.. My baby..

Arya umur 15 bulan.. cup :-*
Arya..
Anakku sayang..

Alhamdulillah Ya Allah.. Engkau mempercayakan seorang anak kepada kami Ya Allah..
Kami bahagia.. sangat bahagia.. setiap harinya, setiap melihatnya..
Arya, tingkah lakumu membuat bunda senang, arya lucu dan bisa membuat semua orang merasa sayang..
Arya, meskipun kadang kamu nakal, bunda tetap sayang.. karena arya masih kecil, bunda mengerti..

Bunda bahagia setiap hari bangun tidur melihat arya disamping bunda..
Bunda bahagia meskipun arya suka gangguin bunda yg masih tidur, bunda tidak akan merasa kesal sedikitpun..
Bunda bahagia melihat perkembangan arya setiap harinya, semakin lama semakin pintar..
Pokoknya bunda sayaaang sama arya.. anakku.. kiss kiss sayang.. :-*


Ya Allah, semoga Engkau selalu melindungi Arya dari segala macam bahaya, dari segala macam penyakit, jagalah ia selalu Ya Allah.. aku sangat menyayanginya Ya Allah.. Aku berdoa semoga Arya tumbuh menjadi anak yang baik, pintar, soleh, tidak sombong, suka menolong orang lain, dermawan, dan sayaaaang juga sm Ayah-bundanya.. selamanya.. Amiin..

Terima kasih Ya Allah..


*lagi kangen arya dirumah



Bahagia itu sederhana ;)

Judul tulisan ini terinspirasi dari blog mumu bahwa bahagia itu ternyata sederhana :)

Dulu, waktu sy masih TK
bahagia itu saat saya di bawakan es krim campina 3 rasa, rasa coklat, vanilla dan strawberry oleh teman kantor papa yg mungkin cm 3-4 bulan sekali datang ke rumah.

Waktu sy SD,
bahagia itu saat papa saya membelikan sy komik terbaru terbitan elex media setiap kami pergi ke toko buku Gramedia/Gunung Agung. Bukan cuma satu tapi 3 sekaligus.

Masuk SMP,
bahagia itu saat sy naik kelas dibelikan sepatu baru merk Fila, ga peduli dapat ranking atau tidak yang penting naik kelas.

Di SMA,
bahagia itu saat cowo yg jadi idola cewe-cewe satu sekolah, eh ternyata sukanya sm sy.. dan akhirnya jadian cuma buat bangga-bangga saja, ga harus cocok atau tidak.

Waktu kuliah,
bahagia itu saat di terima masuk kampus pilihan, lulus tepat waktu dan langsung dapat kerja.

udah kerja,
bahagia itu saat ada cowo yang ngasih tiket konser MUSE secara cuma-cuma, dan sy ga harus beban untuk jadian sm dia atau engga. apakah ada cowo begitu? ya saya ada2in aja.

Sekarang?
bahagia itu saat pulang kantor, sampai rumah anak sudah menunggu dan menyambut dengan bahagia tidak sabar utk minta gendong. pas di gendong, langsung memeluk sy dan kepalanya menyender di pundak sy.. ibu manapun pasti akan terharu disayang anak umur 1 tahun seperti itu..

Bahagia itu benar2 sederhana.. :)

Rezeki yang barokah itu..

Hari ini seperti biasa, ada pengajian rutin di mushola kantor tiap hari Jum'at. Meskipun datangnya telat karena makan siang dulu, lumayanlah sedikit dapat pencerahan tentang 'Rezeki di tangan Allah SWT', tema pengajian hari ini. Yang di omongin Ibu guru ngajinya, pas banget dengan pengalaman yang baru aku dan suami alamin, bahwa yang namanya rezeki itu datangnya dari Allah SWT dan kalau kita sudah yakin, insya Allah tidak perlu takut kehilangan atau kekurangan.
Karena kejadiannya baru kita alami, aku ingin bercerita sedikit akan hal itu, mudah2an bukan bermaksud riya atau sombong ya..
Jadi gini ceritanya, beberapa bulan yang lalu aku dan mas feri lagi bingung dengan biaya lahiran nanti kira2 bagaimana ya, karena ini anak pertama pinginnya melahirkan di tempat yang aku bisa merasa nyaman, dan aku udah sreg dengan RS yang letaknya tidak jauh dari rumah, selain tempatnya bersih, sm dokternya jg aku dah cocok. Sbnrnya banyak teman2 yang punya pengalaman melahirkan di klinik dengan biaya muraah sekali, bahkan klo normal ada yg biayanya cm di bawah 2 juta, itu udah semua2nya.. waw.. di bandingkan dengan tarif paket melahirkan di rumah sakit tempat aku konsultasi dokter kandungan selama ini, jauuuuh bangeeet.. apalagi tarif melahirkan cesar.. duh lebih dari dua kali lipat harga melahirkan normal, makanya insya Allah nanti aku melahirkan normal aja ya.. mudah2an.. amiin..
Nah, seiring berjalannya waktu, sembari berdoa dan memikirkannya, tiba2 kita malah kepikiran untuk beli rumah. Nah loh nyambung ga tuh? hehe sbnrnya2 ya nyambung2 aja sih, kita kepikiran pingin punya rumah sendiri yang mantap klo dah punya baby, biar gimana tempat tinggal kita sekarang ini kan punya Bapaknya mas feri, meskipun beliau sbnrnya ga masalah kalau kita mau tinggal seterusnya disitu, tapi tetap kita putuskan utk bisa beli rumah sendiri. Setelah hunting sana-sini, akhirnya dapat juga rumah yg sreg di Depok. Alhamdulillah dapat rumah dengan tanah luas dengan harga yg masih terjangkau. Dengan segala usaha memenuhi pembayaran surat dan biaya2 administrasi pembelian rumah, akhirnya akad kredit rumah bisa terlaksana pada tanggal 8 Februari 2011 di salah satu Bank BUMN terbesar di indonesia.
Loh, tadi bingung dengan bagaimana cara mendapatkan uang utk biaya melahirkan, knp malah jadi beli rumah? bingung kan? aku jg bingung klo di pikir2 hehe.. sebenarnya itu dia inti pembicaraan kita selama ini (emang apa intinya? focus pleasee.. ).
Ok, after that, kita rajin berdoa lagi, semoga dapat rejeki buat lahiran anak dalam beberapa bulan ke depan ini, klo diitung2 masih ada sekitar 4 bulan utk nabung..
Lalu suatu hari aku mendapat kabar baik dari mas feri. Dalam hal ini aku akui, karena sepertinya yang akhlaknya lebih bagus dan kerjanya lebih giat adalah mas feri, jadi rejekinyaa mas feri -Alhamdulillah- lebih banyak dari aku. Adaa aja rejeki yang mas feri dapat, tiba2 dapat bonus dari kantor lah, dapat uang arisan di kantor lah, di tambah gajinya yang naik di banding tahun lalu.. Aku ikut bersyukur dengan rezeki yang didapat mas feri, buru2 kita tabung semua uang yg mas feri dapat itu... dan Alhamdulillah lagi, rezeki mas feri itu lebih dari cukup utk biaya melahirkan nanti, apalagi klo lahirannya normal, wah bisa buat kebutuhan yang lain nanti..
Guru ngaji pun mengingatkan pada
firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam qur’an surat ath-tholaq ayat ke 2-3:
...وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ…
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka,,” (At-Thalaq: 2-3)
.
Syukur Alhamdulillah ya.. senangnya doa kita di kabulkan. Eit tapi tunggu dulu, ibu itu pun menambahkan satu hal yang lebih penting lagi, bahwa rezeki yang kita dapat itu belum bisa dibilang rezeki yang barokah jika manfaatnya hanya di rasakan sendiri. Jadi gimana tuh? aku pun bertanya pada ibu guru ngaji (knp ga bilang ustadzah aja sih? hihi), klo misalnya kita punya tabungan utk melahirkan, lalu salah satu orang tua kita membutuhkan uang untuk kebutuhan tertier, misalnya butuh biaya buat perpanjang STNK mobil bagaimana? which is, kebutuhan itu bukan suatu hal mendesak seperti utk makan atau biaya utk kesembuhan penyakit, dsb. Ibu itu pun menjelaskan klo hal itu kembali ke pilihan kita lagi  apakah mau  ikhlas berbuat baik kepada orang tua, meskipun menurut kita ga penting, bisa jd penting buatnya. Klo pilihan kita jatuh utk mengalah dan mau membantu, maka saat memberi kita boleh bilang kalau uang itu sebenarnya utk biaya melahirkan, dengan  begitu bisa jd bahan pertimbangan orang tua apakah tetap menerima atau tidak. Tapi tetap dari awal kita harus niat ikhlas untuk membantu. Insya Allah nanti akan ada lagi rezeki buat lahiran..
Rezeki yang barokah itu pun bukan hanya berupa materi saja, tp bisa berbentuk ilmu, kesehatan, kebahagia-an, dsbnya. Utk ilmu, misalnya kita bisa mengaji, alangkah baiknya jika kita bisa mengajarkan ngaji ke orang lain, begitu juga dengan kesehatan, alangkah baiknya jika kita sehat dan kuat bisa membantu orang lain dengan bekerja meringankan beban orang lain. dan banyak lagi contohnya yang bisa kita terapkan sendiri dalam hidup sehari-hari. Insya Allah rezeki kita semua barokah ya.. amiin.
Terakhir ada hal yang aku tanyakan lagi, meskipun sedikit tidak nyambung, aku hanya ingin memastikan saja satu hal ini. aku bertanya, apakah seorang suami itu harus lebih condong ke orang tua di banding istri dan anaknya? dan jawabannya adalah 'YA'. Aku-pun tidak terlalu terkejut mendengar hal itu karena sebelumnya yang aku dgr dari guru2 ngaji yang lain (termasuk mamah dede yg ada di tipi) memang begitu. Dalam islam mengajarkan bahwa seorang suami memang harus lebih ke orang tua -terutama ibu-, sedangkan seorang istri harus lebih ke suami di banding orang tuanya. Tapi suami ga harus fokus ke mertua, melainkan hanya berbuat baik saja.
*Sekedar mengingatkan diri sendiri, dan beberapa orang yang suka salah kaprah akan hal ini.

Fiuh, Alhamdulillah hari ini dapat renungan yang bagus lagi.. tiap minggu kita emang senang dengar pengajian yang menyangkut masalah keluarga atau rumah tangga karena sebagai orang awam tentunya kita butuh pengetahuan yang lebih banyak lagi bukan?

Anw, semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat banyak orang ya.. do not hesitate to correct me if i'm wrong (jieh sok inggris hehe).